Aplikasi Octopus Capai 120 Ribu Pengguna di Indonesia

Posted on


Aplikasi Octopus
Moechammad Ichsan, CEO Octopus

Hikawan.com— Platform ekonomi sirkular pengelola sampah, aplikasi Octopus telah mencapai sekitar 120.000 pengguna di Indonesia. Wilayah yang paling banyak menggunakannya adalah Bali.

Dilaporkan langsung oleh CEO Octopus, Moechammad Ichsan, aplikasi Octopus telah mencapai 120.000 pengguna. Angka tersebut merupakan keseluruhan pengguna yang ada di Indonesia.

Meski tidak ada penjelasan lebih dalam, Ichsan menyatakan bahwa pengguna aplikasi Octopus paling banyak berada di wilayah Bali. Pengguna banyak kedua di Bandung, diikuti dengan Makassar dan terakhir Jakarta.

“Pengguna Octopus saat ini ada 120.000 pengguna di Indonesia. Kita sekarang ada di 8 kota. Mulai dari Makassar, Bali, Bandung, Jawa Barat dan Jakarta,” jelas Ichsan dalam wawancara dengan media pada acara peresmian drop-off point barang bekas elektronik di Xiaomi Store, Grand Indonesia pada Rabu (27/7).

Aplikasi Octopus
Moechammad Ichsan, CEO Octopus

Aplikasi Octopus sendiri pertama kali diresmikan pada 2019 di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aplikasi tersebut menerapkan ekosistem ekonomi sirkular yang berbasis teknologi.

Octopus sendiri kini telah hadir pada beberapa wilayah di Indonesia. Mulai dari Makassar, Bali, Jawa Barat dan DKI Jakarta, tepatnya di delapan kota. Peresmian terakhir dilakukan di Jakarta pada bulan Juni lalu.

Melalui aplikasi Octopus, Paradiva dapat berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sekaligus, mendapatkan keuntungan dari setiap sampah yang dikumpulkan.

Yakni melalui poin. Jadi, ketika Paradiva memberikan barang elektronik bekas pakai ke aplikasi tersebut, kamu akan mendapatkan poin. Yang mana, nantinya poin tersebut dapat ditukar dalam berbagai macam bentuk.

Mulai dari token listrik, voucher pulsa dan data. Paradiva juga bisa mendapatkan diskon dari berbagai aplikasi. Seperti, Grab Food dan Grab Mart.

Aplikasi Octopus jadi solusi pengelolaan sampah elektronik

Data yang dilansir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2021 lalu menyebutkan bahwa baru sebanyak 17,4 persen elektronik bekas pakai yang dikumpukan. Kemudian, diolah dan didaur ulang dengan benar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, aplikasi Octopus hadir untuk mendaur ulang sampah agar tidak sampai ke TPA alias Tempat Pembuangan Akhir. Aplikasi ini siap mengambil sampah elektronik bekas pakai dari tempatmu.

Aplikasi Octopus
(Ki-ka) Wentao Zhao, Country Director Xiaomi Indonesia dan Moechamad Ichsan, CEO Octopus

Daur ulang dari barang bekas pakai tersebut dapat diubah menjadi valuable minerals. Meski, pada akhirnya nanti akan menjadi barang elektronik kembali.

“Nah, barang elektronik sebenarnya dia akan menjadi valuable minerals. Karena saat ini supply dan demand barang elektronik bisa dibilang cukup tinggi. Supplynya rendah, demandnya tinggi. Dengan adanya e-waste ini, daur ulang sampah elektronik ini, harapannya bisa fulfill demand yang cukup tinggi dari si elektronik tadi. Jadi sebenernya end productnya adalah jadi barang elektronik lagi,” ungkap Ichsan. 

Ichsan juga sempat menjelaskan bahwa aplikasi Octopus sendiri menerima sebagian besar jenis sampah elektronik bekas pakai. Mulai dari handphone, kabel charger, laptop, AC, hingga mesin cuci.

Apliksai Octopus
Foto: Brilio.net

“Sebenernya sebagian besar semua jenis barang elektronik sampah bisa kita ambil. Mulai dari handphone, kabel charger rusak, kulkas, ac rusak, mesin cuci rusak semua bisa lewat aplikasi octopus dipanggil untuk dijemput,” imbuh Ichsan. 

Salah satu jenis barang elektronik bekas pakai yang diterima paling banyak oleh aplikasi Octopus adalah kabel charger. Selanjutnya, diikuti oleh laptop yang sudah rusak.

Aplikasi Octopus sendiri kini sudah berkerja sama dengan Xiaomi Indonesia. Salah satunya terwujud dengan drop-off point yang tersedia di beberapa Xiaomi Store se-Jakarta. Semua barang elektronik yang akan Paradiva buang di sana, akan kelola dan didaur ulang kembali oleh Octopus.

“Harapannya dengan kerja sama (dengan Xiaomi) ini kita melihat bahwa kita bakal meningkatkan collection dari e-waste supaya tidak sampai ke TPA lagi.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Hikawan.comdi Google News.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.