Program ‘Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya’ Siap Latih Wirausahawan

Posted on


Perempuan Berrdaya, Indonesia Jaya

Hikawan.com— Gojek dan GoTo Financial siap latih wirausaha digital perempuan lewat program ‘Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya’. Program ini merupakan kolaborasi antara Gojek, GoTo Financial, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA), UN Women dan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil Mikro (ASPPUK).

‘Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya’ hadir bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Nasional. Dimana bertujuan untuk mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia.

Dalam program ‘Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya’ nantinya akan menghadirkan rangkaian pelatihan yang dirancang berdasarkan tiga pilar edukasi. Di antaranya adalah pemahaman gender dalam wirausaha, perencanaan bisnis dan pengembangan bisnis.

Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya

Pada peluncurannya hari ini (14/7), Shinto Nugroho, Chief of Public Policy and Government Relations GoTo menjelaskan bahwa kolaborasi ini hadir berdasarkan komitmen Grup GoTo untuk menghadirkan solusi melalui ekosistem digital yang inklusif. Tepatnya, dalam membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan sehingga mereka bisa mendapatkan peluang dan kesempatan yang ada dalam industri kewirausahaan digital.

“Kolaborasi Gojek dan GoTo Financial, yang merupakan bagian dari Grup GoTo, bersama dengan KemenPPPA, UN Women, dan ASPPUK bertujuan untuk memberdayakan dan menguatkan peran perempuan, khususnya dalam kewirausahaan digital. Kami percaya guna mencapai hal tersebut, diperlukan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak,” jelas Shinto. 

Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Shinto juga mengungkap bahwa pihaknya merasa bangga berkat kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh KemenPPA. Lewat program tersebut, mereka ingin lebih banyak lagi mencetak womenpreneur yang berjaya dan berdaya.

Bintang Puspayoga selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut menambahkan bahwa isu tekrait perempuan dalam masa pemulihan pandemi ini merupakan isu yang kompleks dan multisektoral. Menurut Bintang, strategi penyelesaiannya tak bisa dilakukan melalui satu pendekatan maupun hanya melibatkan peran KemenPPA saja. Namun juga, sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi kolaborasi antara Gojek dan GoTo Financial, UN Women, serta ASPPUK. Yang mana merupakan bentuk kolaborasi penta-helix antara pemeritnah, swasya, organisasi dan komunitas.

“Kami berharap program ini dapat menciptakan lebih banyak lagi pemimpin perempuan maju dan berdaya usahanya. Kami juga yakin program ini dapat menciptakan lebih banyak lagi womenpreneur berdaya dan berjaya, sehingga dapat menerobos stigma keterbatasan perempuan untuk berperan lebih, dalam keluarga, hal ini bisa menjadi kekuatan bagi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan serta keluarga di masa depan,” ungkap Menteri PPPA. 

Program pelatihan ‘Perempuan Berdaya, Indonesia’

Menurut Laporan Gender Global 2021 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF), sebanyak 39% perempuan kehilangan pekerjaan atau penghasilannya selama pandemi. Hal tersebut terjadi seiring dengan pemulihan secara bertahap menuju kondisi pascapandemi.

Sementara itu, perempuan berperan penting sebagai penggerak ekonomi mikro, kecil dan menengah. Berdasarkan data Kementerian Keuangan RI, saat ini 52% dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan.

Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya
Foto: Unsplash/Bruce Mars

Sedangkan, untuk tingkat usaha kecil, 56% dari 193.000 usaha kecil pemiliknya adalah perempuan. Serta, untuk usaha menengah, 34% dari 44.700 pelaku usahanya adalah perempuan. 

Oleh karena itu, program “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya” akan membahas tiga materi penting. Sehingga, dapat membuka potensi ekonomi bagi perempuan. Di antaranya sebagai berikut:

Pemahaman gender

Kewirausahaan dengan perspektif gender dan kepemimpinan perempuan dalam bisnis. 

Perencanaan bisnis

Pemetaan pasar, analisis target pasar, strategi membangun bisnis yang berkelanjutan, dan perencanaan keuangan. 

Pengembangan bisnis

Kelas sosialisasi seputar legalitas usaha dan strategi mengoptimalkan pemasaran digital. Untuk pemasaran digital, peserta akan mendapatkan pelatihan untuk mempertajam soft skills yang dibutuhkan guna memaksimalkan pemasaran produknya secara daring. Berbagai materi pengembangan kapasitas seperti branding, fotografi produk, dan copywriting menjadi bagian dalam rangkaian program ini.

GoTo sediakan falisilitas lainnya untuk para peserta program

Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya
Foto: Gojek

Tak hanya pelatihan wirausaha, para peserta nantinya akan difasilitasi dengan berbagai solusi teknologi maupun non-tekonologi dari ekosistem digital GoTo. Seperti dukungan teknologi untuk solusi pembayaran non-tunai dari aplikasi GoPay, Gobiz PLUS dan Midtrans.

Kemudian, menghilangkan proses manual untuk manajemen pesanan, pembukuan atau laporan keuangan. Hingga manajemen karyawan dan pengiriman barang lewat Selly, Gobiz, Moka, dan Gokasir. Peserta juga dapat mengoptimalkan pemasaran dengan GoFood, dan GoStore, serta solusi logistik lewat GoSend. Seluruh solusi tersebut merupakan bagian dari ekosistem digital GoTo. 

Sementara itu, dukungan non teknologi dihadirkan lewat berbagai wadah komunitas mulai dari kelas pelatihan yang dinamakan A Cup of Moka, Bincang Biznis, dan Temu Midtrans. Serta, Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dan Komunitas Retail GoTo Financial (KONTAG) sebagai wadah bertukar informasi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.